Total Pengunjung 154927
Oleh Ir. Luwarso, 16-10-2017

Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 172)

Albaqoroh 172

Makanan atau minuman yang halal meliputi 3 hal diantaranya:

  1. Halal berdasarkan zat-nya. Artinya barang tersebut memang tidak dilarang dalam hukum syara’. Contohnya adalah nasi yang merupakan bahan pokok pangan dan merupakan komposisi terbesar dalam porsi makanan kita
  2. Halal cara mendapatkannya. Bukan hasil mencuri, korupsi, menipu dan lain-lain.
  3. Halal cara memprosesnya/mengolahnya.

Beras Caping Gunung diproduksi oleh petani terpilih yang diorganisasi melalui BUMR Pangan.
Tidak ada Riba dan tidak Ijon (gabah yang dibeli sebelum dipanen), ditanam dengan konsep Ekologis. Sehingga bebas residu logam berat (Organochlorine, Organofosphat, Karbamat), menggunakan benih yang terpilih dengan perakitan benih oleh pakar terbaik di Indonesia.

 

Albaqoroh 275


"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)

iPangan standard : menjamin produk pangan jelas asal usulnya dan dapat terlacak dari hulu ke hilir. Sebagai standard baru makanan halalan toyibah yang dipersyaratkan sacara syar'i
Delivery freshness of nature to your doorstep. Supply chain end to end di Aplikasi iPangan sehingga setiap produk kami bisa dilacak dari benih, pupuk, lokasi, waktu, proses dan teknologi yang digunakan.

 

Annisa 150


"Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain), serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),"
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 150)


Annisa 151


"merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 151)