Total Pengunjung 154932
Oleh Rezha Ramdani, 2017-10-11, Dibaca 227 Kali

Senin, 9 Oktober 2017 Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara (AP3N) mengunjungi dan bersilaturahmi dengan Ir. Luwarso. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Pabrik BUMR Pangan di Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya pada 21-23 September 2017 di Hotel Aston Bandung. Sekitar 100 Pesantren se Jawa Barat diundang ke Hotel Aston Bandung untuk mengikuti program kemitraan ekonomi berbasis Pesantren yang salah satu narasumber saat itu adalah Ir.Luwarso. Beliau juga memaparkan kesuksesan  BUMR Pangan miliknya serta yang tak kalah penting beliau pun menegaskan ulang perihal perhatian Presiden terhadap penguatan ekonomi Pesantren. Maka, atas pertimbangan itu pula KH. Drs. Ridwan Subagja S. Hi yang saat itu didaulat sebagai Juru Bicara Kelompok Pesantren berbasis pertanian mengusulkan kepada anggota kelompok yang lain untuk mengikatkan diri menjadi sebuah Asosiasi yang berbadan hukum dengan usulan nama yang disepakati kala itu Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara yang disingkat AP3N.

Dalam acara tersebut, perwakilan Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara yang diwakili oleh 20 pesantren dari Jawa Barat berkesempatan untuk mengutarakan maksud dan tujuan kunjungan tersebut ke BUMR Pangan untuk mengadakan kerja sama mengoptimalkan pengembangan pesantren sebagai Mitra Syariah BUMR Pangan untuk penguatan ekonomi Pesantren ke depan. Selain itu, penyiapan generasi muda santri untuk menjadi entrepreneur pangan. AP3N hadir merespon perhatian Presiden terhadap pemberdayaan ekonomi Pesantren yang diungkapkan saat beliau mengunjungi BUMR Pangan yang dikelola oleh Ir. Luwarso di Sukaraja, Sukabumi.

Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara tersebut juga mengunjungi dan melihat langsung proses pengolahan beras milik BUMR Pangan. KH. Drs. Ridwan Subagja S. Hi sebagai perwakilan dari Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara mengungkapkan apresiasi terhadap konsep yang dijalankan oleh BUMR Pangan sehingga dapat menghasilkan beras yang Halalan Toyyibah dan dapat dilacak dari hulu-hilirnya. Nantinya, Asosiasi Pesantren Penggerak Pangan Nusantara tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari pemasaran produk BUMR Pangan. Sehingga, dapat mengajari santri untuk berwirausaha produk yang Halalan Toyyibah.


comments powered by Disqus