Total Pengunjung 154933
Oleh Bagus Setiawan, 2016-03-15, Dibaca 459 Kali

Hari ini salah satu bank terbesar di Belanda memPHK 550 orang tellernya. Ini terjadi karena meningkatnya transaksi online, bahkan teller rencananya digantikan dengan robot. Kemudian di hari yang sama pengemudi angkutan umum mengadakan demo besar-besaran di depan Balai Kota Pempov DKI, dengan alasan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara angkutan resmi dan angkutan via online. Dengan dasar aplikasi online semua orang bisa mengangkut penumpang, tanpa mengajukan ijin resmi kepada Dishub. Ternyata pemesanan angkutan via online membuat tidak nyaman penghasilan angkutan resmi.


Pusat grosir terbesar di Indonesia Tanabang, saat ini sudah mulai sepi. Kios-kios yang harga sewanya per tahun hingga ratusan juta sudah tidak seramai dulu. Pengunjung malas berkunjung karena penuh sesak, tempat terlalu luas. Alasan paling utama karena bisa beli via online, tinggal buka web, pilih langsung klik dan pesan via online ngga perlu repot-repot.


Hari ini juga aplikasi online gratis yang menghubungkan antara agen property dengan developer property di launching, namanya PROJEK. Aplikasi ini terinspirasi dari GOJEK yang sudah mewabah di bumi pertiwi. Sedehana, aplikasi PROJEK dengan tagline EVERYBODY CAN SELL, ingin mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi pedagang, penjual apapun profesi utamanya. Cukup mengunduh aplikasinya dan ikuti instruksi yang ada. Fee yang diterima oleh agen pun juga sudah tertera di aplikasi tersebut.


Fenomena yang terjadi saat ini di dunia sudah mengalami perubahan. ”Dunia semesta semakin mendekat, semakin menempel satu sama lain” kata Jenny M. Xue, kolumnis terkenal yang sering mengisi di kolom Tabloid Kontan. Dunia digital marketing membawa orang semakin serasa lebih kenal, lebih dekat, lebih berani terbuka, lebih berani membangun personal branding.


Dan ternyata bukan hanya fenomena tetapi kenyataan yang akan dihadapi terus menerus. Dari Dunia Iterasi yang selalu melakukan repetisi, lanjut ke Dunia Innovasi dan sekarang ke Dunia Terdisrupsi. Kata lainnya DOING THE NEW THING THAT MAKE THE OLD ONES OBSOLOTE. Ini yang dijelaskan oleh Prof Rhenald Kasali saat launching aplikasi PROJEK.


Fungsi karyawan yang hanya mencari nafkah berangkat pagi pulang malam, sedikit demi sedikit sudah tergantikan dengan "disruption teknologi". Peluang bisnis makin zigzag, makin lentur bak roller coaster. Masyarakat “miskin modal” dengan ide brilian bukan halangan mendapatkan penghasilan unlimite. Dunia mengakui, angel investor bergerak smooth, they want origin idea, yang memberikan solusi bagi dunia. Ide tidak hanya mengalir dari para kapitalis ringkih tapi dari “anak muda” yang disebut Gen C (Rhenald Kasali mode on), yang melakukan gebrakan ide yang tak butuh tempat yang ajeg. Cyber place is the new place mengkolaborasi ide, bahkan generasi Jelita (Jelang Lima Puluh Tahun) pun nggak mau kalah. Biar umur sudah Jelita, tapi ide2 masih “muda”. Aplikasi PROJEK diendorse oleh mereka.


Prinsipnya sekarang dunia sudah berubah. Secara nilai-nilai yang ajeg kita tetap harus pertahankan. Tetapi perangkat, tools, media yang ada, harus sudah menjadi fokus kita ke depan. Melek teknologi, mensinergikan ide dengan tools tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para entrepreneurs. Ada banyak peluang-peluang make money dari disruption era ini. Mental block bahwa menjadi karyawan pilihan adalah yang paling nyaman untuk saat ini sebaiknya sudah mulai diubah. Ke depan peran–peran pelayanan berulang-ulang sudah tergantikan. Gate Tol saja sudah pakai E-Money. Mungkin beberapa tahun ke depan petugas pintu Tol sudah menghilang. 


So apa yang harus kita lakukan ke depannya ???

sumber :aliandri.g.s


comments powered by Disqus